Kios Pulsa – Kultus Ramadhan Singkat dan Penuh Makna, Yuk Simak!

Kiospulsamagetan.com – Kultus Ramadhan Singkat dan Penuh Makna, Yuk Simak!

#Kultus #Ramadhan #Singkat #dan #Penuh #Makna #Yuk #Simak

Ramazan Kultum biasanya diberikan sesaat sebelum shalat tarawih dan juga ditayangkan di televisi sebelum berbuka puasa.

Namun, tahukah Moms dan Dads apa itu kultus Ramadhan?

Cultum berarti kuliah tujuh menit. Jadi, kultus adalah ceramah singkat tapi bermakna yang diberikan oleh seseorang.

Sementara itu, sesuai dengan namanya, Ramadan Cult merupakan kuliah singkat yang mengangkat tema bulan Ramadan.

Jangan khawatir jika para ayah berkesempatan untuk memberikan budaya Ramadhan atau si kecil diminta untuk menyerahkan tugas budaya Ramadhan.

Sebab, kiospulsamagetan.com merangkum beberapa kultus Ramadhan singkat penuh makna. Lihat referensinya di sini, mengutip NU Online.

Baca juga: + Contoh Budaya Membuka Bacaan Agar Kuliah Lebih Menarik

Kultum Ramadhan : Hikmah berpuasa sejak dini

Foto: Kultum Ramadhan (Learnreligions.com)

Dalam mengajarkan taqwa kepada anak pra puber sebaiknya dimulai sejak dini, misalnya berpuasa di bulan Ramadhan.

Menurut Syariah, anak di bawah umur tidak harus memenuhi persyaratan Syariah.

Namun, jika anak kecil Anda sudah berusia tujuh tahun, sebaiknya orang tua memerintahkan anaknya untuk menjalankan kewajiban agama seperti puasa Ramadhan.

Jika mereka berusia tahun dan mampu berpuasa tetapi tidak mau berpuasa, maka orang tua mereka harus memukul mereka sebagai disiplin.

Dari catatan, benturan itu tidak menyebabkan cedera. (Ishaq Ibrahim Asy-Syairazy, Al-Muhadzzab fî Fiqhis Syafi’i, tt: juz I, hal. ).

Ada beberapa hikmah puasa dini bagi anak, beberapa di antaranya adalah:

  • Biasakan ketaatan sejak usia dini

Puasa sejak dini merupakan salah satu upaya yang dilakukan untuk membentuk jiwa ketaatan kepada Allah SWT dalam diri anak.

Jika dididik sejak dini dapat membentuk karakter taqwa pada diri anak.

Ini akan menjadi landasan iman yang kokoh untuk memastikan seseorang menjadi orang yang saleh dengan disiplin mengikuti aturan Syariah di akhirat pada usia dewasa (mukallaf).

Membiasakan anak berpuasa lebih awal juga bisa membuat emosinya lebih stabil.

Sebab, seperti yang sudah banyak diketahui, emosi orang yang berpuasa lebih stabil dibanding yang tidak berpuasa.

Hal ini tentunya akan mempercepat kematangan mental anak.

Puasa sejak dini juga dapat mengembangkan jiwa empati pada anak.

Karena mereka akan merasakan betapa sulitnya menahan lapar dan dahaga saat berpuasa.

Pengalaman ini akan mengembangkan rasa empati anak terhadap orang lain yang hidup dalam kemiskinan, sehingga sulit untuk mendapatkan sepotong nasi pun.

Tentunya akan lebih berhasil jika dibarengi dengan pendidikan orang tua atau guru.

Puasa sejak dini juga bisa mengajarkan kedisiplinan pada anak.

Karena dengan berpuasa, ia akan rutin bangun untuk sahur dan berbuka ketika waktunya tiba.

Gaya hidup yang konsisten ini jelas akan menanamkan perilaku disiplin pada anak, dan diharapkan dapat diterapkan juga pada aktivitas sehari-hari yang lebih kompleks.

Sebagai penutup, mari kita perhatikan bahwa puasa bagi anak kecil sejak usia dini sangat penting untuk pembentukan kepribadian si kecil.

Baca juga: Contoh Ceramah Singkat Tentang Sedekah Lengkap Hadist dan Manfaatnya!

Kultum Ramadhan : Dasar Ibadah Puasa

Foto: Kultum Ramadhan (Freepik.com/odua)

Puasa memiliki banyak manfaat dan keutamaan bagi umat manusia, baik jasmani maupun rohani.

Oleh karena itu, ibadah puasa disyariatkan tidak hanya untuk orang-orang terdahulu, tetapi juga untuk orang-orang Nabi Muhammad SAW dan orang-orang akhir zaman.

Puasa berbeda dengan bentuk ibadah lainnya.

Selama puasa, umat Islam tidak diperintahkan untuk melakukan apapun, tetapi untuk menjaga dan meninggalkan sesuatu (biji-bijian).

Puasa tidak terlihat dengan mata telanjang karena palsu.

Fitur takhalli inilah yang membuat ibadah puasa menjadi istimewa. Imam Ghazali menjelaskan keistimewaan puasa.

Imam Ghazali menjelaskan hakikat puasa dalam karyanya yang terkenal “Ihya Ulumiddin”.

Imam Ghazali secara singkat dan jelas menyebutkan hakikat puasa sebagai berikut:

Puasa adalah pantang dan meninggalkan dan merupakan misteri tersendiri, di mana tidak ada tindakan yang terlihat, semua tindakan ibadah disaksikan dan dilihat oleh ciptaan, dan puasa hanya dilihat oleh Tuhan Yang Maha Esa, karena itu adalah tindakan batin. kesabaran

Ini berarti: “Puasa adalah menahan diri dan meninggalkan (larangan puasa). Puasa sebenarnya adalah misteri. Dia tidak melihat amal apapun.

Jika semua ibadah disaksikan dan dilihat oleh makhluk, maka hanya Allah SWT yang melihat puasa. Puasa adalah tindakan batin, kesabaran murni.”

(Imam Ghazali, Ihya Ulumiddin, [Beirut, Darul Fikr: M/- H]Jilid I, halaman ).

Dari penjelasan tersebut dapat kita pahami bahwa keutamaan dan hakikat puasa adalah kesabaran yang tiada taranya.

Kita bisa mengerti mengapa hadits selalu mengatakan “Puasa adalah untukku”. Saya akan menjawabnya secara pribadi.”

Puasa adalah seperempat dari iman total, karena “Puasa adalah setengah dari kesabaran” (HR at-Tirmidzi).

Sementara itu, “Sabar membutuhkan setengah dari iman” (HR Abu Nuaym dan Al-Khatib).

Baca juga: Contoh Ceramah Ikhlas Singkat Lengkap Hadits dan Ayat Alquran

Kultum Ramadhan: Ramadhan adalah waktu untuk membaca Al-Qur’an

Foto: Kultum Ramadhan (News.iium.edu.my)

Membaca Al Quran di bulan Ramadhan memiliki keutamaan tersendiri.

Membaca saja tidak cukup, tetapi Nabi telah memberikan contoh bahwa Alquran harus direnungkan hingga hafalan selama bulan puasa.

Dikatakan dalam hadits:

“Nabi – semoga Tuhan memberkatinya dan memberinya kedamaian – adalah orang yang paling suka memberi.

Ketika Jibril bertemu dengannya di bulan Ramadhan, keinginannya untuk memberi semakin kuat.

Jibril bertemu dengannya setiap malam Ramadhan. Jibril sedang mengajar Al-Qur’an saat itu.

Dan Rasul adalah orang yang paling bersemangat berbuat kebaikan seperti angin yang berhembus.”

(HR. Bukhari dan Muslim )

Menurut berbagai keterangan, ada kalanya dianjurkan membaca Al-Qur’an beberapa kali agar hikmah membaca Al-Qur’an semakin sempurna.

Pertama tentunya setelah melaksanakan shalat wajib. Kemudian, di luar rincian layanan doa:

  • Waktu malam
  • Paruh pertama malam
  • Antara Maghrib dan Isya
  • Setelah fajar

Ramadhan adalah waktu yang paling dianjurkan untuk membaca Al Quran. Agar kebaikan tercapai, mari kita bertindak atasnya!

Foto: Kultum Ramadan (Stok Foto kiospulsamagetan.com)

Kebebasan menggunakan media sosial seringkali menimbulkan berbagai permasalahan di masyarakat.

Tidak jarang informasi yang beredar tidak dapat dipertanggungjawabkan karena terdapat pemalsuan, informasi palsu dan hal-hal terlarang lainnya yang menyebabkan disharmoni sosial.

Etika pertama yang harus diperhatikan oleh seorang muslim di media sosial adalah murabba (merasa bahwa Allah selalu mengawasi).

Apa pun yang kita bagikan di jejaring sosial, termasuk maksud di balik postingan tersebut, kita harus memahami bahwa Tuhan Maha Tahu.

Selalu merasa bahwa Tuhan mengawasi kita, kita akan menggunakan media sosial hanya untuk hal-hal yang bermanfaat bagi kita.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

Apakah Anda mengungkapkan sesuatu atau menyembunyikannya, Tuhan Maha Mengetahui.

Ini berarti: “Jika Anda mengungkapkan atau menyembunyikan sesuatu, pasti Tuhan Maha Mengetahui.” (Ahzab, ).

Dalam hal ini, Majelis Ulama Indonesia (MUI) dalam Fatwa No. Tahun menyampaikan undang-undang dan pedoman dalam bertransaksi di media sosial.

Fatwa ini mengatur interaksi sosial antar manusia, mulai dari memposting pesan di media sosial hingga bagaimana memastikan keakuratan informasi yang beredar.

Seorang muslim hendaknya selalu meningkatkan keimanan, mempererat ukhuwah, mempererat solidaritas, dan tidak mengajak kegiatan maksiat.

Penting bagi seorang muslim untuk melakukan tabayyun (klarifikasi) ketika menerima informasi yang belum tentu benar.

Sebagaimana firman Allah dalam surat ke- surat Hujurat:

Oh, siapa yang aman, jika Anda datang, biarlah itu menjadi kabar baik bagi Anda, sehingga jelas untuk pertobatan, dan itu tidak akan terlihat di hadapan Anda.

Ini berarti: “Wahai orang-orang yang beriman, jika datang pesan fasik kepadamu, selidikilah dengan seksama.

agar kamu tidak membawa malapetaka kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaan yang menyebabkan kamu menyesali perbuatanmu.

Seorang muslim harus benar dalam menyampaikan informasi.

Islam mengajarkan pendapat yang jujur, berdasarkan bukti dan fakta, serta diungkapkan dengan tulus.

Jangan menyebarkan informasi di jejaring sosial yang belum diketahui kebenarannya.

Istilah ini disebut gaul zur, yang berarti kata-kata buruk atau kesaksian palsu.

Saatnya memanfaatkan media sosial untuk mengajak kebaikan, menyalurkan konten-konten positif melalui berbagai platform yang sedang populer di masyarakat.

Media sosial seperti Youtube, Tiktok, Twitter, Facebook dan Instagram adalah media yang tepat dan mudah untuk menyebarkan kebaikan yang bertanggung jawab.

Baca juga: Apakah Menangis di Bulan Ramadhan Bisa Membatalkan Puasa dan Mengurangi Pahalanya?

Kultum Ramadhan : Sedekah di bulan puasa

Foto: Kultum Ramadhan (Freepik.com/freepik)

Seperti yang kita ketahui, dengan beramal di bulan Ramadhan, kita akan mendapatkan pahala yang berlipat ganda.

Apalagi ketika kita bersedekah dengan niat membantu orang lain, kita tidak hanya dapat menerima pahala dari Allah, tetapi juga meringankan beban orang lain.

Amal di sini bukan hanya tentang memberikan materi.

Ada beberapa sedekah sederhana yang bisa diberikan di bulan puasa, seperti:

  • Bangun sahur
  • Untuk memberikan tunggal
  • Menyiapkan sarapan
  • Mengajar Al Quran
  • Sampai sedekah terkecil, yaitu senyuman

Oleh karena itu, saya mengajak kita semua untuk bersedekah untuk membantu sesama di bulan Ramadhan ini.

Itulah beberapa inspirasi religi Ramadhan yang singkat dan bermakna untuk diketahui para ayah dan ibu. Semoga bermanfaat, ya!

#Kultus #Ramadhan #Singkat #dan #Penuh #Makna #Yuk #Simak Kultus Ramadhan Singkat dan Penuh Makna, Yuk Simak!